One Incredible Blue - AREMANIA


Jika diterjemahkan secara harfiah, maka One Incredible Blue ini bermakna satu biru yang luar biasa. Tak mengherankan jika aksi kolosal itu menggemparkan Stadion Kanjuruhan Malang dalam laga Indonesia Super League (ISL) 2014, Minggu (25/5) saat Arema menjamu Persib Bandung.

Secara global, One Incredible Blue ini terdiri dari lima unsur yang menjadi satu dalam diri Aremania yang menyajikannya. Mulai dari menyatukan doa, bendera, ketukan bass dan snare drum, nyanyian, sampai gerakan tangan dan badan Aremania.

Meskipun Arema belum berhasil mengalahkan Persib, karena hanya menuai hasil imbang 2-2, namun setidaknya misi One Incredible Blue bisa dibilang tercapai. Melalui momen tersebut, kekompakan antar korwil dan komunitas Aremania tampak dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan.

Jika ditotal dari proses perencanaan, One Incredible Blue ini sendiri memakan waktu kurang lebih enam bulan. Persiapan terakhir demi lancarnya atraksi ini sempat digeber Aremania di Kanjuruhan, Jumat (23/5) malam.

Tepat 15 menit jelang kick-off pertandingan Arema kontra Persib, atraksi kolosal One Incredible Blue dibuka dengan intro dari para penabuh drum yang dipimpin oleh Pak No. Atraksi dilanjutkan dengan lagu Salam Satu Jiwa tanpa iringan musik yang dipimpin oleh sang dirijen Yuli Sumpil.

Begitu para pemain Arema dan Persib memasuki lapangan, dentuman drum pun menggema mengiringi lagu Salam Satu Jiwa. Aremania satu Kanjuruhan pun bernyanyi dan menari sambil membentangkan bendera raksasa.

Bendera yang berukuran panjang 500 meter kali lebar 30 meter membentang menutupi tribun 2 hingga tribun 12. Menurut informasi yang beredar, bendera itu mencatatkan rekor sebagai bendera suporter terbesar sedunia untuk level klub sepak bola.

"Sebenarnya atraksi kolosal ini belum bisa dikatakan sukses, karena masih ada sejumlah perbaikan di sana-sini yang perlu dilakukan," tutur Rafly Andriansyah, salah satu Aremania yang turut berpartisipasi.

"Sangat disayangkan, bendera raksasa sobek di tengah. Tapi apresiasi luar biasa untuk panitia dan para relawan Aremania," imbuhnya.